Jenis Jenis dan Rekomendasi Terbaik Panel Surya Untuk Bangunan Anda

Mar 12, 2022 | Article

Apakah Anda sudah tahu apa saja jenis-jenis panel surya? Jika belum, artikel ini akan memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda. Panel surya kini menjadi teknologi dari energi alternatif yang sedang diminati seiring dengan kebutuhan listrik harian yang semakin meningkat. 

Populasi manusia yang semakin meningkat lah yang menjadi penyebab kebutuhan listrik juga semakin tinggi. Nah, untuk menekan angka kebutuhan listrik konvensional yang berasal dari PLN, dibutuhkan energi alternatif seperti panel surya yang lebih ramah lingkungan. 

Panel surya sendiri terdapat dalam berbagai macam jenis yang sangat penting untuk Anda ketahui. Lalu apa saja jenis jenis panel surya tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini.

 

Jenis Panel Surya

1.  Monocrystalline Silicon

Monocrystalline silicon merupakan panel surya yang memiliki banyak keunggulan seperti terbuat silikon yang diiris tipis menggunakan bantuan mesin potong. Hasil irisan yang tipis tersebut membuat karakteristik monocrystalline silicon lebih menonjol. 

Selain itu, penampang monocrystalline silicon bisa menyerap cahaya matahari lebih optimal jika dibandingkan dengan jenis sel surya yang lainnya.

Meski memiliki banyak keunggulan, monocrystalline silicon juga memiliki kekurangan. Agar bisa berfungsi secara efisien, cahaya harus memiliki kadar terang dan tinggi. 

Jika cuaca sedang mendung dan berawan, monocrystalline silicon tidak bisa menyerap energi matahari secara maksimal dan efisiensi panel berpotensi menurun.

 

2. Polycrystalline Silicon

Polycrystalline silicon merupakan jenis panel surya yang umum digunakan di banyak jenis bangunan. Kebanyakan panel surya yang ditemukan di Indonesia menggunakan jenis yang satu ini. 

Teknologi panel surya tersebut terbuat dari batang silikon yang bisa dicairkan. Polycrystalline silicon juga memiliki kelebihan dari segi susunan yang lebih rapat dan rapi. 

Karakteristik polycrystalline silicon adalah mempunyai tampilan yang cukup unik. Jika dilihat lebih detail, panel surya akan terlihat lebih unik karena terkesan seperti ada retakan-retakan pada bagian dalam sel surya. 

Sama seperti panel surya yang lain, polycrystalline silicon juga memiliki kelemahan atau kekurangan. Polycrystalline silicon tidak cocok dengan wilayah atau area yang memiliki curah hujan tinggi. 

Nah, pada saat seperti itu efisiensi dari panel polycrystalline silicon akan menurun atau tidak berfungsi sama sekali.

 

3. Thin Film Solar Cell

Jenis panel surya selanjutnya adalah thin film solar cell. Dibandingkan dengan kedua jenis panel surya sebelumnya, thin film solar cell jarang dipakai untuk bangunan di skala rumahan dan hanya digunakan untuk kebutuhan komersial saja. 

Ya, sesuai dengan namanya jenis panel surya yang satu ini memiliki ukuran yang sangat tipis dan memiliki bobot yang lebih ringan. Selain itu, sifatnya juga sangat fleksibel. 

Nah, thin film solar cell bisa bekerja sangat baik pada cahaya fluorescent atau cahaya lampu pijar yang banyak dijadikan sebagai alat penerangan baik di rumah maupun di kantor. 

Kekurangannya yaitu efisiensi yang dimiliki panel surya jenis ini memang cukup rendah. Anda hanya bisa mendapatkan penangkapan cahaya matahari sebesar 8,5% untuk penampang yang luasnya sama dengan monocrystalline.

 

4. Compound Thin Film Triple Junction Photovoltaic

Yang terakhir ada compound thin film triple junction photovoltaic. Sesuai dengan namanya, jenis panel surya yang satu ini hanya memiliki tiga lapisan. 

Anda tidak bisa menggunakan compound thin film triple junction photovoltaic untuk kebutuhan sehari-hari. Hal itu dikarenakan jenis panel surya yang satu ini hanya bisa digunakan di luar angkasa. 

Kemampuan dan efisiensi compound thin film triple junction photovoltaic yang dimiliki sangat tinggi. Pasalnya, panel surya ini mampu menghasilkan daya listrik sebesar 45% lebih besar dibandingkan dengan jenis panel lainnya. 

Sayangnya, panel surya compound thin film triple junction photovoltaic lebih berat dan rapuh dibandingkan yang lain.

 

Perbedaan Pada Setiap Jenis Panel Surya

Setelah mengenal jenis jenis panel surya, tentunya Anda menjadi bingung untuk mempertimbangkan tentang jenis panel yang terbaik untuk bangunan Anda. Sebelum mengetahui mana panel surya terbaik untuk Anda, simak dahulu perbedaannya, yuk!

1. Jenis sel surya

Panel monocrystalline memiliki jenis sel surya silikon tunggal atau mono, sedangkan polycrystalline terbuat dari jenis silikon multi-kristal. 

Lalu, untuk compound thin film triple junction photovoltaic dan thin film solar cell terbuat dari silikon dengan campuran beberapa bahan pembuatn sel surya lainnya.

2. Estetika dan Efisiensi

Dari segi warna, keempat jenis panel ini juga berbeda. Monocrystalline berwarna hitam dan polycrystalline berwarna biru.  

Sedangkan untuk thin film warnanya hitam, dan dari segi estetika thin film lebih tipis serta begitu fleksibel. 

Untuk triple junction juga memiliki estetika yang tidak kalah menariknya, karena memiliki dua varian warna, yaitu hitam dan biru.

Dari segi efisiensi, monocrystalline memiliki kinerja yang lebih baik dalam suhu tinggi dan kondisinya teduh. 

Sementara untuk polycrystalline kurang efisien dalam suhu yang lebih tinggi. Thin film memiliki efisiensi yang lebih rendah yakni sekitar 11% saja. 

Khusus triple junction memiliki efisiensi yang paling tinggi karena terdiri dari tiga lapisan bahkan efisiensinya mencapai 45%. 

Jika masih bingung, Anda bisa konsultasi tentang kebutuhan panel surya Anda ke SUN Energy.

 

3. Harga

Selanjutnya, adalah perbedaan harga. Bagi Anda yang ingin menggunakan panel surya penting untuk mempertimbangkan harganya. 

Harga panel surya monocrystalline jauh lebih mahal dibandingkan dengan polycrystalline.

 

Rekomendasi Panel Surya Terbaik

Setelah mengetahui jenis-jenis panel surya dan perbedaannya, banyak yang kemudian bertanya mana panel surya yang terbaik? 

Nah, jika dilihat dari sifatnya monocrystalline menjadi solar panel terbaik untuk digunakan. Namun sayangnya, jenis panel surya tersebut bukanlah yang terbaik jika digunakan di Indonesia. 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penggunaan monocrystalline akan mengalami penurunan saat berawan dan mendung. 

Sementara, Indonesia merupakan negara yang sering mendung dan diliputi awan karena memiliki dua musim. Alhasil, menggunakan monocrystalline dianggap tidak efektif. 

Jenis panel polycrystalline sangat bagus digunakan di Indonesia. Meski efisiensi rendah, polycrystalline memiliki kinerja lebih baik saat langit berawan dan cuaca mendung. 

Namun, untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan sesuai dengan kebutuhan, maka Anda bisa konsultasikan langsung dengan pengembang proyek tenaga surya nomor 1 di Indonesia, yaitu SUN Energy.

 

SUN Energy : Solusi Panel Surya Terbaik untuk Bangunan Anda

SUN Energy adalah perusahaan pengembang proyek tenaga surya terbesar di Indonesia. Untuk Anda yang ingin mendapatkan panel surya terbaik dan sesuai dengan kebutuhan, maka SUN Energy adalah solusinya. 

Kami menyediakan produk terpercaya, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada Anda. 

Dengan SUN Energy, Anda juga bisa memilih produk panel surya sesuai dengan kebutuhan Anda. Baik untuk perumahan, industri dan terakhir untuk gedung komersial. 

Bersama kami, Anda bisa mendapatkan pembayaran yang inovatif seperti DP 0% dengan suku bunga kompetitif. 

Yuk, hubungi kontak SUN Energy untuk mengetahui jenis-jenis panel surya lebih lanjut, Anda pun bisa berkonsultasi untuk menentukan panel surya terbaik sesuai kebutuhan Anda!

Untuk informasi lebih lanjut tentang kelebihan produk SUN Energy bisa cek di sini: DP 0% – SUN.

Related Post

Mengenal Apa Itu WP pada Panel Surya

Mengenal Apa Itu WP pada Panel Surya

Watt peak menjadi indikator penting dalam menentukan performa panel surya karena memungkinkan perbandingan yang konsisten antara berbagai jenis...