Contoh Pemanfaatan Energi Alternatif Tenaga Surya

Jun 12, 2023 | Article

Diversifikasi energi (primer dan sekunder) melalui ketenagalistrikan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, ditempuh melalui peningkatan pemanfaatan energi yang bersumber dari minyak bumi, gas bumi, batubara, listrik, hidro, panas bumi, surya, biomassa, biogas, biofuel, air laut, dan Energi Baru lainnya (contoh: Nuklir, Hidrogen, dan Coal Liquefaction).

Dari banyaknya pilihan energi tersebut, salah satu pemanfaatan yang saat ini populer diminati ialah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Di Indonesia realisasi total potensi energi surya tahun 2022 adalah sebesar 3.294,4 GW, dan realisasi potensi terukur dari energi surya adalah 3.294,4 GW, sehingga capaian rasio senilai 100% (Kementerian ESDM).

Jenis PLTS di Indonesia pada umumnya yaitu PLTS atap (rooftop solar power plant) dan PLTS terapung (floating solar power plant). Selain itu, apa saja contoh pemanfaatan energi alternatif tenaga surya lainnya? Berikut kami jelaskan pembahasannya disini.

Sekilas Tentang Energi Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif 

Energi alternatif merupakan energi pengganti energi fosil yang dapat habis di masa depan. Pemerintah berupaya mengantisipasi kemungkinan terburuk habisnya energi fosil dengan berbagai langkah pencegahan, diantaranya  berupa kampanye penggunaan energi alternatif.

Sumber energi alternatif adalah sumber energi yang dihasilkan dari sumber daya energi terbarukan, seperti energi matahari yang dikonversi dalam bentuk PLTS. Adapun skema dari komponen pendukung pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya  yaitu:

  1. Panel surya
  2. Struktur pendukung
  3. Kontroler
  4. Inverter
  5. Baterai dan
  6. Beban.

Sistem Panel Surya untuk Pembangkit Listrik 

Salah satu komponen yang ada dalam sistem PLTS yakni panel surya. Komponen satu ini berfungsi  untuk mengkonversi energi surya menjadi energi listrik DC. Selanjutnya, inverter akan merubah arus DC tersebut menjadi listrik AC yang akan disalurkan ke sistem distribusi jaringan listrik nasional melalui panel distribusi.

Perlu diketahui juga bahwa terdapat beberapa cara pemasangan PLTS, yaitu secara on-gridoff-grid dan hybrid. PLTS on-grid tidak membutuhkan baterai sebagai penyimpanan cadangan energi listrik. Sementara itu, PLTS off-grid membutuhkan baterai untuk menyimpan cadangan listriknya. Selain itu, terdapat juga PLTS hybrid yang merupakan kombinasi antara PLTS on-grid dan off-grid. Pada sistem hybrid ini, panel surya terhubung ke jaringan utama, namun juga dilengkapi dengan baterai sebagai cadangan energi.

Pemanfaatan Energi Surya 

Selain bermanfaat dalam membantu proses fotosintesis tumbuhan, energi surya kerap kali dimanfaatkan untuk membantu kegiatan harian manusia, seperti mengeringkan pakaian dan bahan pangan. Bagi kesehatan manusia, energi surya juga berdampak pada pembentukan vitamin D bagi imunitas tubuh, kesehatan mental, memperbaiki kualitas tidur dan masih banyak lagi.

Selain itu, energi surya dimanfaatkan sebagai listrik dalam sistem pembangkit listrik tenaga surya, yang kemudian disalurkan kepada alat-alat elektronik. Misalnya, pompa air bertenaga surya untuk mengairi persawahan, sistem panel surya sebagai sumber listrik industri, dan stasiun pengisian daya dengan tenaga surya di ruang publik.

Baca juga : Pengembangan Proyek Sistem Solar Panel Terbesar di Indonesia

Keperluan Rumah Tangga 

Kementerian ESDM melaporkan realisasi pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap bergerak kearah peningkatan yang signifikan dari 1,52 MW untuk tahun 2018 menjadi 65,87 MW pada Juli 2022. Dengan demikian, sistem PLTS Atap skala rumah tangga membuka jalan bagi masyarakat dalam wujud peran aktif pemanfaatan energi terbarukan.

Sistem PLTS Atap untuk skala rumah tangga kategori sedang umumnya menggunakan daya 1.300 Watt, dengan spesifikasi panel surya 2 buah masing-masing 250 WP, baterai 2 buah masing-masing 100 AH, kontrol panel surya 130 dan inverter 1300 Watt. Dengan biaya beban listrik per bulan Rp200.000 sampai dengan Rp300.000, jauh lebih hemat dibandingkan dengan tenaga listrik konvensional yang menghasilkan Rp300.000 sampai dengan Rp400.000 per bulannya. 

Sumber Energi Alternatif Sektor Industri 

TREC Universitas Indonesia melakukan studi terkait penggunaan PLTS Atap pada industri, dan diketahui dapat mengurangi biaya penggunaan listrik sebesar 16% dari total kebutuhan listrik industri tersebut. Hal ini lebih besar dari mekanisme net-billing, dengan asumsi tarif listrik yang terus meningkat 3% setiap tahunnya.

Sumber Energi untuk  Transportasi 

Kendaraan bertenaga surya yang telah tercipta salah satunya yakni hasil karya dari mahasiswa ITSB berupa sepeda listrik. Kendaraan ini dirancang dengan menerapkan sel surya, dimana panel surya terpasang pada fender depan dan belakang sepeda. Pada pijakannya, terdapat berbagai macam komponen pendukung yaitu dua buah baterai 12 volt, controller dan power booster.

Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga memanfaatkan ketersediaan tenaga surya sebagai sumber energi listrik pada kapal 5 GT di Nusa Tenggara Timur. Energi listrik yang dihasilkan dapat digunakan untuk menghidupkan peralatan listrik dan lampu kapal di malam hari, dan digunakan sebagai alat bantu penangkapan ikan. Dalam sehari, sistem ini dapat menghasilkan energi sebanyak 0,53 kWh.

Sumber Listrik Utama di Area Terpencil 

Pemerintah memprioritaskan penyediaan tenaga listrik di wilayah terpencil yang kondisinya masih minim bahkan sama sekali belum terjamah oleh pembangkit listrik regular. Dengan menyediakan 1 juta Solar Home System berkapasitas 50 Wp untuk masyarakat berpendapatan rendah serta 346,5 MWP PLTS untuk daerah terpencil.

Penggunaannya diarahkan untuk pembangkit sistem irigasi sawah dan ladang, penerangan fasilitas desa seperti puskesmas dan balai pemasyarakatan, sampai pada titik proyek percontohan di rumah-rumah warga. Seperti implementasi yang terjadi di Dusun Cilele Kabupaten Karawang, dan Desa Wringinputih Kabupaten Magelang.

Ringkasan Pemanfaatan Energi Alternatif Tenaga Surya 

Dengan demikian, pemanfaatan energi surya dapat dikelompokkan ke berbagai sektor:

  1. Kesehatan
    Matahari bermanfaat bagi kesehatan manusia, terutama pembentukan vitamin D bagi kesehatan tulang, pembangkit hormon serotonin bagi mental, menyembuhkan beberapa masalah kulit, dan masih banyak macamnya.
  2. Sumber listrik rumah tangga
    Kebutuhan listrik tenaga surya dalam bentuk sistem energi surya pada sektor rumah tangga digunakan untuk mengaktifkan peralatan elektronik di rumah.
  3. Sumber listrik industri
    Sektor industri mulai memanfaatkan tenaga surya melalui sistem energi surya dalam skala besar untuk menghasilkan daya listrik yang dapat memberikan penerangan, dan sebagai penggerak mesin operasional pabrik.
  4. Sumber tenaga listrik transportasi
    Beberapa percobaan pembuatan pembangkit listrik dengan tenaga matahari yang disambungkan kepada alat transportasi beroda di darat dan yang ada di laut kini mulai masif ditemukan. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan energi fosil yang kurang baik untuk lingkungan.

SUN Energy adalah Solusi Pemasangan PLTS Terbaik Untuk Anda

SUN Energy mendukung penuh program transisi energi di Indonesia melalui instalasi sistem energi surya. Anda juga dapat menghitung pengeluaran listrik perusahaan anda pada halaman berikut ini : https://sunenergy.id/project/inquiry

Kami menyediakan  solusi sistem tenaga surya terintegrasi bagi para pelanggan. 

Segera hubungi Kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, melalui : 

Whatsapp: http://wa.me/+6288212779865
Email: marketing@lifewithsun.com

Related Post

Mengenal Apa Itu WP pada Panel Surya

Mengenal Apa Itu WP pada Panel Surya

Watt peak menjadi indikator penting dalam menentukan performa panel surya karena memungkinkan perbandingan yang konsisten antara berbagai jenis...